Pemkab OKI Gelar Audit SPBE, Dorong Perbaikan Berkelanjutan

Pemkab OKI Gelar Audit SPBE, Dorong Perbaikan Berkelanjutan

OKI, TEKNOLOGI131 Dilihat
Ogan Komering Ilir, RK.com – Pemerintah Kabupaten OKI melalui  Dinas Komunikasi dan Informatika melakukan audit Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai upaya untuk mendukung digital government yang partisipatif, kolaboratif, berkelanjutan. 
Hasil dari audit ini akan membantu pemerintah dalam melakukan perbaikan kualitas infrastruktur dan aplikasi SPBE dalam jangka panjang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) KAB. OKI, Antonio Romadhon, S.Sos., MM menyampaikan penggunaan teknologi dan digitalisasi telah terbukti di berbagai sektor mampu memberikan keunggulan dari sisi dokumentasi, pengolahan data dengan cepat, serta otomatisasi sehingga membuat semuanya lebih efektif dan efesien. 
“Akselerasi pengguanan teknologi secara serius dilaksanakan di Kab.OKI, maka darii tu terpilihnya Kab OKI menjadi Smart City dari Kemenkominfo RI. Hal ini diharapkan menjadi daya dukung bagi untuk mengoptimalkan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumbe daya potensial lainnya,” ugkap Anton. Senin, (18/9/2023). 
Anton menambahkan Aplikasi dan Infrastuktur tersebut dapat diukur fungsionalitasnya terkait pelayanan prima melalui audit secara terstruktur dan komprehensif. 
“Ada 94 laman situs untuk berbagai keperluan OPD, 19 aplikasi generik, 101 aplikasi spesifik baik yang dikembangkan sendiri maupun mandatory, dan backbone jaringan internet dan intranet serta server yang berkapasitas hingga 30 Terrabyte. Semua ini akan terus dioptimalisasi secara fungsionalistasnya melalui audit yang kita laksanakan,” imbuhnya. 
Sementara itu, Pusat Kecerdasan Artifcial dan Keamanan Siber, Dra Andrari Grahtandaru, M.Sc menyampaikan kegiatan Asistensi ini untuk belajar Audit Aplikasi Layanan Pemerintah dengan Audit Tools. 
“Hari ini, kita akan sama-sama belajar mengenai standar dan tata cara Pelaksanaan Audit Infrastruktur dan Audit Aplikasi SPBE. Dengan ini, pelayanan pemerintah di OKI jadi lebih terstruktur dan lebih baik lagi,” ungkapnya. 
Andrari mengatakan audit aplikasi ini tidak sama dengan audit keuangan ataupun audit program namun keduanya sama-sama perlu keseriusan dan konsistensi untuk tujuan baik yang berkelanjutan. (Ril)
Sumber : Diskominfo OKI 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *