Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Puluhan siswa dari tiga satuan pendidikan di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian ini menyoroti kembali pentingnya standar kebersihan dan keamanan pangan dalam program pelayanan publik bagi anak didik.
Kejadian terjadi pada Selasa (29/7/2026), di mana sebanyak 38 siswa dari SD Bandar Jaya, SMP Bandar Jaya, dan MI Nurul Huda mengeluhkan gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program tersebut.
Seluruh korban segera dirujuk dan mendapatkan penanganan medis intensif dari tim kesehatan Puskesmas Air Sugihan Jalur 25.
“Alhamdulillah, seluruh siswa yang mendapatkan penanganan medis kini kondisinya semakin membaik. Kami terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan tidak ada keluhan kesehatan yang berlanjut,” ungkap Pimpinan Puskesmas Jalur 25, Sentot.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul keterangan bahwa dapur penyedia makanan tersebut diklaim sebagai milik salah satu anggota DPRD Kabupaten OKI di wilayah itu. Hal ini pun dibenarkan oleh Sentot saat dikonfirmasi.
Pihaknya telah mengirimkan sampel makanan yang disajikan ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini.
“Perkiraan hasil uji laboratorium akan keluar dalam kurun waktu satu minggu ke depan,” jelas Sentot.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan OKI, Drs Alamsyah melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Susmiyati, M.Kes menyatakan pihaknya masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium.
Menurutnya, kasus ini belum dapat dikategorikan sebagai kesalahan penyajian yang disengaja karena tidak seluruh siswa yang mengonsumsi makanan mengalami keluhan yang sama.






