Jakarta, Radar Keadilan – Karya wastra unggulan Kota Lubuklinggau tampil memukau di ajang Kriyanusa yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 26 September 2026.
Dua motif hasil kreasi warga—Batik Ulingge dan Batik Tunjuk Langit—bukan hanya mencuri perhatian pengunjung, melainkan langsung diminati pasar seiring berakhirnya peragaan busana.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kekayaan budaya daerah yang mampu bersaing di panggung nasional.
Kedua motif tersebut lahir dari sayembara desain batik yang digelar sebelumnya, dikembangkan secara profesional, dan kini telah memiliki perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai identitas wastra resmi Kota Lubuklinggau.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Lubuklinggau, Hj. Risca Priba Ayu, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
“Ini adalah karya asli yang lahir dari sayembara, kemudian dikembangkan dengan matang sehingga memiliki nilai luar biasa. Sebelum acara berakhir, koleksi kami sudah langsung dipesan pengunjung. Ini membuktikan karya daerah punya daya saing dan potensi pasar yang besar,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (3/10/2026).
Karya cipta Ragil Sutopo dan Eka Indrihastuti ini dipersembahkan dalam kolaborasi dengan desainer profesional Brilianto, ditampilkan oleh sepuluh model di hadapan Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian serta Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan Hj. Feby Herman Deru.









