Alki mengatakan peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna.
“Meliterasi masyarakat dalam dunia digital menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat dengan kemampuan literasi digital agar selalu siap dalam mengawal percepatan transformasi digital,” ujarnya.
Ia juga mendorong para content creator OKI menjadikan ruang digital sumber ekonomi kreatif.
“Kini content creator telah jadi jenis pekerjaan baru yang menjanjikan. Melalui konten yang dibuat bisa menjadi daya ungkit perekonomian jika dikelola di serius dan konsisten,” imbuhnya.
Booth Camp konten kreator OKI yang digelar oleh Indonesia Brand Activis Network (IBAN) OKI ini diikuti ratusan peserta. Para konten kreator dilatih berbagai materi dari narasumber kompeten di bidangnya antara lain tentang keamanan di ruang siber dari Direksus Tindak Pidana Siber Polda Sumsel. (Ril)
Sumber : Diskominfo OKI



