Cahaya Listrik PLN 24 Jam Terangi Dusun Noemuke: Gerbang Kemajuan Pendidikan dan Ekonomi Warga NTT

Cahaya Listrik PLN 24 Jam Terangi Dusun Noemuke: Gerbang Kemajuan Pendidikan dan Ekonomi Warga NTT

banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Timur Tengah Selatan, Radar Keadilan – Kegelapan yang telah menguasai malam di Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, selama bertahun-tahun kini telah berlalu. Sejak Mei 2026, sebanyak 149 kepala keluarga di wilayah tersebut akhirnya menikmati pasokan listrik PLN secara terus-menerus selama 24 jam sehari berkat pelaksanaan Program Listrik Desa.

Kehadiran aliran listrik ini menjadi bukti nyata kehadiran negara yang sekaligus membuka babak baru kemajuan bagi akses pendidikan, pengembangan usaha, dan kesejahteraan masyarakat setempat.

banner"300x250"title"300x250"
Petugas kelistrikan bekerja cermat di tiang untuk memasang dan merapikan jaringan, bagian dari upaya PLN menghadirkan aliran listrik andal hingga ke wilayah terpencil demi mendukung kemajuan masyarakat. | Darma Wati, radarkeadilan.com

Sebelumnya, saat matahari terbenam di balik perbukitan yang menjulang, aktivitas warga otomatis terhenti.

Penerangan hanya mengandalkan pelita berbahan bakar minyak tanah yang terbatas dan berisiko.

Anak-anak menyelesaikan tugas sekolah dalam kondisi cahaya yang kurang memadai, sementara peluang ekonomi terhambat karena tidak adanya tenaga listrik yang mendukung operasional usaha.

Kini, seluruh kondisi tersebut berubah total seiring beroperasinya jaringan kelistrikan yang dibangun hingga ke wilayah terpencil ini.

Bagi Maria, warga setempat yang selama ini mengandalkan pelita untuk penerangan rumah, perubahan yang dirasakan sangat besar dan berarti.

“Dulu begitu malam tiba, suasana langsung gelap dan anak-anak segera beristirahat. Sekarang cahaya terang tersedia sepanjang waktu; mereka dapat belajar lebih lama dan menyelesaikan tugas sekolah dengan nyaman, tanpa gangguan asap yang mengganggu penglihatan. Seluruh keluarga kami sangat bersyukur dan gembira atas perubahan ini,” ungkapnya. Kehadiran listrik memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan akademik dan mengejar cita-cita.

Dampak positif juga terasa langsung pada sektor ekonomi masyarakat.

Yohanes, pemilik usaha kelontong di dusun tersebut, kini dapat merencanakan pengembangan usahanya yang sebelumnya terhambat keterbatasan energi.

“Dulu stok barang mudah rusak karena tidak ada alat pendingin, dan jam operasional usaha sangat terbatas. Dengan adanya listrik PLN, saya berencana menambah peralatan seperti lemari pendingin agar dapat menyediakan es batu dan minuman dingin bagi warga sekitar. Hal ini tentu akan menambah pendapatan keluarga tanpa harus meninggalkan kampung halaman,” jelasnya.

Tim teknis PLN bekerja cermat memasang jaringan kelistrikan di wilayah terpencil, wujud nyata komitmen menghadirkan akses energi andal bagi masyarakat di pelosok nusantara. | Darma Wati, radarkeadilan.com

Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyambungan listrik di wilayah yang memiliki tantangan geografis berat tersebut.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"

BERITA TERKAIT