Ogan Ilir, Radar Keadilan – Di tengah musim kemarau yang memperluas potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan, langkah pencegahan kini dijalankan lebih masif dan menyasar langsung ke tengah masyarakat.
Tim Penyuluhan Karhutla Markas Besar TNI meluncurkan gerakan sosialisasi dan edukasi di empat wilayah strategis, meliputi Desa Tanjung Baru, Desa Kuang Anyar, Desa Siring Alam, hingga Desa Pemulutan Ilir, sebagai benteng pertahanan paling depan terhadap ancaman karhutla.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen memperkuat kewaspadaan bersama saat kondisi cuaca makin memicu risiko meluasnya kebakaran.
Tim menyampaikan pemahaman mendalam tentang dampak kerusakan yang ditimbulkan api, mulai dari kerusakan ekosistem, penurunan kualitas udara yang membahayakan kesehatan, hingga gangguan berkelanjutan terhadap mata pencaharian serta tatanan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Warga pun diajak tegas untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta bertindak cepat melaporkan setiap temuan titik api kepada petugas berwenang.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Bayu Sudarmanto, S.E., M.Han., menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab segenap elemen bangsa.









