Pihak rumah sakit secara berkelanjutan mengedukasi pasien dan masyarakat luas untuk mengambil langkah pencegahan.
Masyarakat diimbau memasak air hingga benar-benar mendidih sebelum dikonsumsi, menjaga kebersihan diri, serta menggunakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan asap dan debu.
Selain gangguan pernapasan dan pencernaan, kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue tetap ditingkatkan. Meskipun wilayah diliputi kabut asap, siklus perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit tetap berjalan.
Masyarakat diharapkan rutin melakukan gerakan menjaga kebersihan tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan, guna memutus rantai penularan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, jumlah kasus yang tercatat sejak bulan Juli hingga Agustus mencerminkan tekanan kesehatan yang dihadapi wilayah ini:
- ISPA: 4 kasus rawat inap
- DBD: 52 rawat inap, 20 rawat jalan — total 72 kasus
- Diare: 188 rawat inap, 30 rawat jalan — total 218 kasus
- Muntaber: 22 rawat inap, 4 rawat jalan — total 26 kasus
Pihak RSUD Kayuagung berharap kondisi lingkungan segera membaik seiring meredanya kebakaran dan berakhirnya musim kemarau. Penurunan tingkat pencemaran udara diharapkan beriringan dengan menurunnya jumlah kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan.
Pemerintah bersama seluruh tenaga kesehatan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat yang terdampak. (*/HS)









