Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak nyata terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Data resmi dari Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung menunjukkan peningkatan signifikan kasus gangguan pernapasan, pencernaan, serta penularan penyakit yang dipicu oleh kondisi lingkungan yang memburuk akibat kabut asap dan kemarau panjang.
Direktur RSUD Kayuagung, dr. H. Muhamad Tito Aristian, M.K.M., menjelaskan bahwa tren peningkatan kasus kesehatan mulai terlihat sejak pertengahan tahun.
Sejak bulan Juli, keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut mulai mendominasi, diikuti fluktuasi kasus gangguan pencernaan dan Demam Berdarah Dengue hingga bulan Agustus dan September.
Kabut asap tebal serta debu sisa pembakaran turut mencemari sumber air bersih warga. Di tengah keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau, banyak warga terpaksa memanfaatkan sumber air yang kurang memenuhi standar kebersihan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini memicu kenaikan kasus diare serta muntah-muntah dan diare, terutama pada kelompok anak-anak dan warga yang rentan.





