Langkah para pegiat pers daerah hadir ke Jakarta pada momen krusial tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan pesan tegas: bangsa tetap tegak meski dalam keadaan genting.
Semangat tersebut makin menguat meski Ketua Dewan Pembinaan SMSI, Prof. Harris Arthur Hedar, sedang dalam perawatan di rumah sakit. Beliau tak henti menyampaikan dukungan dan dorongan semangat kepada seluruh jajaran pengurus agar misi tetap berjalan.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah pun membuktikan tekad tak tergoyahkan untuk menunjukkan bahwa Jakarta tetap aman dan negara tetap berfungsi baik. Turut hadir tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo yang memberikan dukungan nyata terhadap visi strategis ini.
Gerakan Newsroom Jaga Desa membawa dua misi utama yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pertama, melawan arus disinformasi secara sistematis. SMSI bertekad menjadi sumber informasi yang jernih, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat tidak terjebak dalam perpecahan buatan. Kedua, mengangkat desa menjadi garda depan jurnalisme.
Newsroom ini akan mengawal pengelolaan anggaran pembangunan di tingkat desa, mendampingi masyarakat memahami hak hukumnya, serta mencegah praktik korupsi sejak dari pangkal—sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pembangunan dimulai dari desa dan dari pinggiran.
Dengan demikian, pers nasional membuktikan keberadaannya bukan sekadar pemberita peristiwa, melainkan aktor pembangun kesejahteraan bersama.
Di tengah banjir informasi yang kerap menyesatkan, jurnalisme berbasis desa hadir membawa ketenangan—menjaga akar republik tetap kokoh, menjaga kebenaran tetap tegak, dan menjaga harapan bangsa tetap hidup dari pelosok desa hingga ibu kota. (*/SMSI)









