Disbunnak OKI Gencarkan Intervensi Pasar, Tekan Harga Daging Sapi Jelang Idul Fitri 1447 H

Disbunnak OKI Gencarkan Intervensi Pasar, Tekan Harga Daging Sapi Jelang Idul Fitri 1447 H

BISNIS, EKONOMI, OKI2769 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Selain menjalankan operasi pasar murah, pemerintah kabupaten juga melakukan pemantauan harga secara berkala untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kenaikan harga yang terjadi masih berada dalam batas wajar dan dipengaruhi faktor musiman, antara lain meningkatnya volume permintaan serta peningkatan biaya distribusi,” jelas Sadi.

banner"300x250"title"300x250"

Pedagang daging sapi di Pasar Kayuagung, Haji Yanto, yang telah berkecimpung dalam bisnis tersebut selama puluhan tahun, menyatakan bahwa kenaikan harga jelang Idul Fitri tahun ini tetap dalam tahap yang dapat dikendalikan.

Menurutnya, harga di Pasar Kayuagung masih memiliki daya saing dibandingkan dengan daerah sekitar.

“Kenaikan harga memang terjadi sebagai dampak peningkatan harga pembelian sapi dari peternak. Selain itu, keterbatasan pasokan dari Lampung membuat kami harus mengalokasikan anggaran lebih besar untuk pembelian dan menanggung biaya transportasi yang juga meningkat,” paparnya.

Senada dengan Haji Yanto, pedagang lain, Haji Jahri, menjelaskan bahwa perbedaan harga daging sapi di pasaran dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk jenis dan kualitas potongan daging.

“Perbandingan harga harus disesuaikan dengan jenis dan bagian daging yang dibandingkan. Setiap bagian memiliki karakteristik berbeda, sehingga harga juga akan berbeda. Kualitas daging sendiri ditentukan oleh jenis pakan yang diberikan kepada ternak, baik berupa konsentrat seperti ampas tahu, dedak, bungkil kelapa, onggok, maupun hijauan berupa rumput,” jelasnya.

Haji Jahri menambahkan bahwa perbedaan harga antar wilayah juga dipengaruhi oleh jenis sapi, lokasi pembelian, biaya distribusi, serta pola pemeliharaan ternak.

Selain itu, kebutuhan konsumen juga beragam – rumah tangga umumnya memilih daging bersih dengan kadar lemak rendah, sementara pedagang makanan seperti bakso lebih mengutamakan daging dengan kadar lemak yang cukup tinggi.

Meskipun terjadi penyesuaian harga, aktivitas jual beli di pasar tetap menunjukkan kemeriahan jelang hari raya.

Kombinasi program intervensi pasar, pengawasan harga berkelanjutan, serta kerja sama dengan pelaku usaha dalam menyampaikan informasi yang akurat dan seimbang, menjadi landasan utama pemerintah kabupaten dalam meredam gejolak harga serta menjaga kestabilan pasokan bahan pangan strategis.

Petugas melakukan pemantauan harga dan ketersediaan daging di kios pasar, dengan suasana jual-beli yang aktif terlihat di sekitar lokasi pengawasan tersebut.| HS, radarkeadilan.com

Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi kepentingan masyarakat serta memastikan perayaan Idul Fitri berjalan dengan khidmat dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat di OKI. (*/HS)

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"

BERITA TERKAIT