Puncak acara ditandai dengan momen emosional dan penuh makna nasionalis, yaitu pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter bertajuk Srikandi Nusantara atau Bendera Sang Ratih 1000 Wara.
Inisiatif dari Yayasan Mataram Jaya Binangun di bawah pimpinan Sri Rahayu ini menjadi simbol persatuan yang kokoh, menyatukan insan pers di tengah keberagaman budaya dan wilayah Indonesia.
Keterlibatan aktif dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SWI Sumatera Selatan menjadi sorotan penting dalam pertemuan ini.
Memimpin langsung rombongan jurnalis dari Bumi Sriwijaya, Ketua DPW SWI Sumsel, Haryono, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah wujud nyata solidaritas dan tanggung jawab moral insan pers daerah.
“Kehadiran kami bersama seluruh elemen jurnalis Sumatera Selatan adalah bukti konkret komitmen kami menjaga dan memperkuat kebebasan pers nasional. Tema ‘Pers Mengabdi untuk Negeri’ bukan sekadar slogan, melainkan amanah besar yang harus kami emban. Pengabdian pers tidak boleh berhenti di halaman koran atau layar berita saja, melainkan harus terasa dampak nyatanya bagi masyarakat, terutama dalam mengawal transparansi pemerintahan, percepatan pembangunan desa, dan pelestarian lingkungan,” tegas Haryono di sela-sela kegiatan.
Lebih jauh ia mengapresiasi pemilihan Desa Wisata Banyuanyar sebagai lokasi kegiatan, yang dinilainya memiliki makna simbolik mendalam: pembangunan nasional sejati bermula dari desa, dan pers memegang tanggung jawab mengawal proses tersebut agar berjalan adil dan berkelanjutan.
“Dengan semangat yang kami bawa dari Boyolali, DPD SWI Kabupaten OKI dan seluruh jajaran di Sumatera Selatan siap meningkatkan profesionalisme kerja jurnalistik, menjaga independensi pemberitaan, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik. Kami pastikan setiap liputan dan karya jurnalistik senantiasa berpihak pada kebenaran dan kepentingan masyarakat luas,” tambahnya dengan tegas.
Perhelatan di Boyolali ini menjadi tonggak sejarah baru yang mengukuhkan tekad bersama.
Sinergi erat antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat telah dibangun kembali untuk menjaga kesehatan demokrasi serta memastikan arah pembangunan nasional berjalan pada jalur yang benar, berkeadilan, dan lestari.
Semangat dari Boyolali kini telah berkelana ke seluruh pelosok negeri, termasuk ke Kabupaten OKI, untuk mengingatkan kembali bahwa pers yang merdeka, profesional, dan mengabdi adalah kunci utama kejayaan bangsa Indonesia. (*/Tim/SWI Sumsel)









