“Akan tetapi tidak juga menyelesaikan masalah. Karena pihak dari Keluarga Doni diduga berniat ingin melakukan pemerasan terhadap keluarga Aidil dengan meminta uang damai Rp. 25.000.000 yang sangat memberat kan keluarga Aidil,” lanjut Andespa.
“Ketika kami konfirmasi dengan ibu RT untuk menanyakan tentang kebenaran atas itikad baik dari keluarga Aidil, ibu RT telah membenarkan bahwa sudah 3 kali melakukan itikad baik tersebut dan telah dilaporkan kepada APH (Aparat Penegak Hukum).
“Apabila kasus ini, memang benar ingin di lanjutkan ke proses hukum dan tidak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, Kami dari PW GNPK-RI Sumsel bersama DPC GRIB Jaya Ogan Ilir akan mendampingi dan melaporkan balik saudara Doni yang telah membully terhadap “D”. Selain itu, kita juga meminta kepada pihak APH (Aparat Penegak Hukum) harus kooperatif serta melakukan Lidik lebih lanjut lagi,” tegas Andespa.
Disamping itu juga para awak media juga mengkonfirmasi kepada Robet Macan selaku Ketua DPC Ormas GRIB Jaya Ogan Ilir terkait insiden tersebut dan langkah apa yang akan ditempuh.
“Kami telah menelusuri pokok permasalahan tersebut, secara real dan fakta di lapangan atas peristiwa kejadian saudara Aidil. Kami berharap pokok permasalahan ini segera diselesaikan secara kekeluargaan saja. Karena saudara Doni juga di duga telah melakukan pembully-an terhadap siswi yang berinisial “D” bahkan pernah di tinju oleh Doni,” ujar Robert.
“Di samping itu, keluarga Doni ini diduga telah berniat untuk melakukan pemerasan terhadap keluarga Aidil. Maka dari itu, Kami akan mengawal konflik ini sampai tuntas dan kami juga telah menyiapkan LBH (Lembaga Bantuan Hukum) untuk Aidil,” pungkas Robert. (JR)





