Hasilnya mulai tampak. Ruas Talang Jaya–Sungai Menang sepanjang 2,026 kilometer telah tuntas ditingkatkan pada tahun anggaran 2026 melalui alokasi DAK.
Sebelumnya, ruas Sumber Hidup–Kayu Labu sepanjang 10,382 kilometer juga telah selesai dibangun menggunakan program IJD tahun 2025.
Sementara itu, peningkatan ruas Kayu Labu-Talang Jaya melalui skema IJD 2026 kini memasuki tahap tender, dan pengerjaan fisik ruas Rimba Nanung sedang berjalan menggunakan alokasi DBH Sawit 2026.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa pembenahan jalan memiliki makna jauh lebih luas daripada sekadar perbaikan fisik.
“Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kita terus mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan. Ruas yang telah selesai direalisasikan menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses masyarakat, sedangkan penanganan ruas lainnya terus kita dorong sesuai tahapan pelaksanaannya,” ujar Muchendi.
Pembenahan jalan berdampak langsung pada pemangkasan waktu tempuh dan penurunan biaya logistik.
Hasil panen petani dapat tersalurkan lebih cepat ke pasar, sementara masyarakat semakin mudah menjangkau fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pusat pelayanan publik.
“Target kita, konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah beraktivitas dan kegiatan ekonomi semakin lancar. Pembangunan jalan harus memberikan manfaat nyata bagi warga dan mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten OKI,” tegasnya.
Bagi warga yang dahulu terisolasi oleh lumpur, jalan yang terus membaik ini bukan sekadar aspal yang dipadatkan.
Ia adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah, di mana hasil kerja keras terbayar, jarak tak lagi menjadi penghalang, dan kemajuan dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok desa. (*/Heri)






