Menghadapi tantangan geografis OKI yang terdiri dari 327 desa di 18 kecamatan, Irsan menekankan peran penting media untuk menyebarkan isi debat kepada masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
“Media adalah kunci agar masyarakat, khususnya di pelosok, memahami program kerja paslon. Kami ingin setiap warga OKI memiliki informasi yang cukup sebelum menentukan pilihan,” tandasnya.
Irsan juga menyerukan perlawanan terhadap praktik politik uang yang kerap mencederai demokrasi. Ia mengingatkan masyarakat untuk memilih berdasarkan kualitas program, bukan iming–iming materi.
“Mari kita lawan politik uang dan kampanye hitam. Pilihlah berdasarkan rekam jejak, visi, dan misi yang ditawarkan masing-masing paslon. Demokrasi yang sehat adalah hak semua warga,” imbuhnya.
Di akhir debat, Irsan memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran Pilkada, termasuk pemerintah daerah, Polres OKI, Kodim 0402/OKI, dan elemen masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Semoga hingga hari pemungutan suara, kita tetap menjaga iklim demokrasi yang aman, damai, dan berintegritas,” pungkasnya.
Dengan debat ini, KPU berharap masyarakat Kabupaten OKI siap menentukan pilihan terbaik secara cerdas dan rasional, demi mewujudkan pemimpin yang berkualitas untuk lima tahun ke depan. (Lisin)











