Palembang, Radar Keadilan – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah menjadi ujian ketahanan bagi pelaku usaha jasa konsultansi di Sumatera Selatan.
Di tengah terbatasnya peluang pekerjaan, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Wilayah Sumatera Selatan mendorong seluruh anggotanya memperkuat kompetensi, meningkatkan standar profesionalisme, dan memperluas jangkauan pasar agar tetap bertahan serta terus berkembang.
Ketua DPP INKINDO Sumsel, Ir. Ice Trisnawati, S.E., S.H., S.T., M.T., menegaskan bahwa perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah menuntut setiap perusahaan konsultansi untuk senantiasa beradaptasi dan berkembang.
Kemampuan membaca dinamika perubahan serta meningkatkan kapasitas usaha menjadi penentu utama keberlangsungan usaha di masa mendatang.
“Siapa yang mampu beradaptasi dan belajar dari situasi serta perubahan regulasi, dialah yang akan menjadi pemenang,” ujar Ice dalam momentum peringatan ke-44 berdirinya INKINDO Sumsel.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pertambahan usia organisasi harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya anggotanya agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.
INKINDO Sumsel berkomitmen untuk berkembang menjadi organisasi profesi yang andal sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan asosiasi profesi dinilai sangat penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Sekretaris INKINDO Sumsel, Dr. Elizabet, menyebutkan organisasi saat ini menaungi sekitar 187 perusahaan anggota, di mana 143 di antaranya berstatus aktif. Jumlah tersebut merupakan aset berharga bagi penguatan industri jasa konsultansi di wilayah Sumatera Selatan.
Namun, keberadaan jumlah anggota yang besar harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan skala usaha agar daya saing semakin kuat dan berkelanjutan.
INKINDO Sumsel secara konsisten mendorong perusahaan anggota untuk naik kelas: perusahaan kecil berkembang menjadi perusahaan menengah, dan perusahaan menengah tumbuh menjadi perusahaan besar.
Langkah strategis ini didukung dengan penguatan kompetensi tenaga ahli, penyempurnaan manajemen usaha, serta pemenuhan standar profesionalisme yang berlaku di industri jasa konsultansi.
Memperluas Pasar, Tidak Hanya Bergantung pada Proyek Pemerintah






