Untuk mengatasi hal itu, PLN menyusun tujuh langkah strategis pemulihan.
Pertama, perbaikan titik sambung jaringan tegangan menengah guna menaikkan tegangan hingga sekitar 11,06 kV.
Kedua, pemasangan 22 unit trafo tapping khusus guna menaikkan tegangan sisi sekunder hingga mencapai 205 volt, yang telah dimulai di Desa Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.
Langkah selanjutnya meliputi peningkatan kapasitas jaringan dari Muara Padang hingga Simpang Heran, pemecahan beban, penambahan penyulang sepanjang 21,7 kilometer sirkuit, serta peninjauan kemungkinan pemanfaatan kelebihan pasokan dari PT OKI Pulp.
Sebagai solusi jangka panjang, PLN juga mengusulkan pembangunan Gardu Induk baru di Air Sugihan.
“Seluruh pembenahan dilakukan secara bertahap agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin andal, mendukung aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi wilayah,” tegas Arif.
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi, menegaskan bahwa kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang penyediaan layanan dasar hingga ke wilayah paling jauh sekalipun.
“Dengan komitmen yang kuat, hambatan geografis dapat diatasi untuk menghadirkan listrik yang lebih baik bagi seluruh warga. Pasokan yang andal bukan sekadar untuk penerangan, melainkan pondasi peningkatan kualitas hidup dan penggerak kemajuan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sinergi antara pemerintah daerah dan PLN diharapkan membawa dampak nyata. Dengan kelistrikan yang stabil, berbagai program pembangunan—termasuk penyediaan air bersih—dapat berjalan lebih optimal.
Bagi ribuan warga Air Sugihan, pembenahan ini menjadi awal babak baru harapan, di mana akses terhadap pelayanan dasar semakin terjamin dan peluang kemajuan ekonomi di kawasan perairan Kabupaten OKI semakin terbuka luas. (*/Heri)









