
“Alhamdulillah, pagi ini sudah kita laksanakan bersama Bapak Bupati. Fokus utama hari ini adalah beras karena menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kita sediakan 500 paket setara 2.500 kg beras yang dijual lebih murah, yaitu Rp70.000 per paket, dibanding harga pasarnya Rp73.500. Jika nanti kurang, akan kita tambah lagi sesuai kebutuhan masyarakat,” terang Sahrul.
Selain beras, Pasar Murah juga menyediakan minyak goreng, ikan lele, ikan sepat, ikan gabus, telur ayam, daging ayam ras, serta berbagai komoditas sayuran dan bumbu dapur dengan harga subsidi.

Tabel Harga Komoditas Harga Pasar (Rp) Harga Pasar Murah (Rp)
Beras (per paket) 73.500,- 70.000,-
Ikan Lele (per kg) 30.000,- 28.000,-
Ikan Sepat (per kg) 50.000,- 48.000,-
Ikan Gabus (per kg) 50.000,- 48.000,-
Telur Ayam (per kg) 28.000,- 25.000,-
Daging Ayam (per kg) 34.000-37.00,- 32.000-35.000,-
Cabe Merah (per kg) 48.000,- 44.000-46.000,-
Bawang Merah (per kg) 35.000,- 33.000,-
Bawang Putih (per kg) 35.000,- 33.000,-
Sahrul menambahkan bahwa kegiatan Pasar Murah ini juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan gejolak harga di pasar.

“Hari ini kita lihat harga telur, bawang, dan beberapa komoditas di pasar sempat naik, tetapi lewat pasar murah ini masyarakat bisa membeli dengan harga lebih rendah. Semoga ini berdampak positif dalam pengendalian inflasi,” pungkasnya.
Dengan adanya Pasar Murah ini, diharapkan masyarakat OKI dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah. (*/Red)









