Penanganan isu keamanan maupun bencana seperti Karhutlah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama terpadu antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, serta masyarakat luas.
“Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya masalah, terutama ancaman Karhutlah yang dapat merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati OKI Muchendi Mahzareki, Dandim 0402 OKI Letkol Inf. Gunawan Wibisono, S.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala dinas terkait, serta perwakilan perusahaan.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menyampaikan bahwa apel besar ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat koordinasi antar satuan kerja.
“Kami mendorong seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif melakukan edukasi dan deteksi dini di tengah masyarakat guna mencegah Karhutlah serta menciptakan situasi yang aman dan tertib,” ujar AKBP Eko Rubiyanto.
Usai pelaksanaan apel, agenda dilanjutkan dengan simulasi pelayanan aspirasi masyarakat serta simulasi penanggulangan Karhutlah.
Simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan sistem yang mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan publik serta respons cepat dan terpadu dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Polda Sumsel dan Polres OKI menegaskan komitmennya bahwa menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kehadiran aktif, komunikasi intensif, dan kolaborasi kuat dari seluruh lapisan masyarakat. (*/HS)












