Keluarga menyoroti tanggung jawab pihak travel, mengingat seluruh korban — baik yang meninggal maupun yang luka — adalah penumpang resmi kendaraan tersebut.
“Intinya, baik korban yang meninggal maupun yang luka berat dan ringan, seluruhnya adalah penumpang travel. Jadi tanggung jawab pihak travel perlu dipertanyakan,” katanya.
Bagi keluarga, ini bukan soal besaran uang kompensasi. Yang paling mendesak adalah kejelasan hukum: penyebab pasti kecelakaan, kronologi peristiwa, serta pihak mana saja yang secara hukum harus bertanggung jawab.
Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara objektif dan menyeluruh — mencakup keterangan saksi dan korban, kelayakan kendaraan, kondisi lokasi kejadian, serta seluruh bukti yang relevan.
Keluarga juga menegaskan bahwa upaya penyelesaian kekeluargaan tidak boleh mengesampingkan proses hukum jika fakta menunjukkan adanya pelanggaran.
Kepada kepolisian, mereka meminta transparansi mengenai perkembangan penanganan perkara dan hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Keadilan tidak dapat dibeli dengan uang. Bagi korban dan keluarga, kepastian hukum adalah kebutuhan mendesak — bukan hanya untuk memulihkan hak mereka, melainkan agar kecelakaan serupa tidak kembali menelan korban di jalan yang sama. (*/Andrian)









