Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan pandangan mengenai pentingnya transformasi digital yang terencana, sekaligus memetakan kondisi dan tantangan di enam bidang utama arsitektur pemerintahan digital.
Keterlibatan aktif dan keterbukaan seluruh perangkat daerah menjadi penentu kualitas dokumen yang dihasilkan nantinya.
Sementara itu, Indra Susanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berterima kasih kepada narasumber yang hadir, khususnya perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah berbagi pengalaman penyelenggaraan pemerintahan digital.
“Penyusunan arsitektur pemerintahan digital adalah pondasi utama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang saling terhubung, aman, efektif, dan hemat biaya. Langkah ini akan mengarahkan Kabupaten OKU menuju pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, inovatif, serta berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indra.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan gambaran kondisi nyata yang lengkap dan akurat, menjadi dasar penyusunan dokumen arsitektur serta analisis kesenjangan kemampuan sistem yang ada.
Seluruh perangkat daerah berkomitmen menyelaraskan rencana dan anggaran pengembangan teknologi informasi sesuai pedoman yang ditetapkan, sehingga investasi digital yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat luas, nyata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten OKU. (*/Untung)








