Upaya ini dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan nama, tetapi membangun identitas dan standar kualitas kopi khas Pagaralam yang diakui secara internasional.
Kopi Arabika Pagaralam yang akan tampil di Barcelona dibawa oleh PT Indoglobal Sukses Mandiri melalui produk MPIG Kopi Arabika Pagaralam. Partisipasi ini diharapkan memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan nilai jual hasil kebun petani lokal.
Sementara itu, keberhasilan kopi Robusta Pagaralam masuk dalam 20 besar KKSI XVIII Tahun 2026 menjadi bukti nyata konsistensi kualitas kopi yang dihasilkan petani di daerah ini.
Muhammad Azhari, pengusaha kopi sekaligus Sekretaris MPIG Kopi Pagaralam, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar dukungan pemerintah daerah terus diperkuat.
“Capaian ini menunjukkan kopi kita mampu bersaing dengan daerah penghasil kopi lain di Indonesia. Namun keberhasilan ini harus diikuti peningkatan kualitas berkelanjutan, pendampingan petani, serta perluasan akses pasar. Prestasi di kompetisi tak bermakna jika tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani,” tegas Azhari.
Azhari juga mendorong agar kopi Arabika Raden Kuning dipersiapkan secara matang untuk mengikuti KKSI tahun depan, sehingga karakter khas kopi tersebut dapat diuji kualitasnya dan dikenal lebih luas.
Sinergi antara pemerintah daerah, MPIG, petani, dan pelaku usaha kopi dinilai sebagai kunci utama membangun ekosistem perkopian yang berkelanjutan—mulai dari budidaya, pascapanen, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, kopi Pagaralam bukan hanya akan semakin dikenal dunia, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang nyata bagi setiap petani yang merawatnya. (Tom)






