Palembang, Radar Keadilan – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menghadirkan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan penyesuaian kapasitas listrik.
Melalui program bertajuk Energi Berdikari, pelanggan dapat menikmati potongan biaya tambah daya sebesar 50 persen, yang berlaku hingga 4 November 2026.
Program ini dirancang untuk membantu pelanggan menyesuaikan kapasitas listrik dengan kebutuhan yang terus berkembang, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun penunjang kegiatan usaha.
Seluruh proses pengajuan dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile, menjadikan pelayanan lebih praktis, transparan, dan efisien.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menyampaikan bahwa pelayanan yang bermutu berlandaskan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan setiap pelanggan.
“Setiap pelanggan memiliki kebutuhan listrik yang berbeda dan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Ada keluarga yang mulai menggunakan lebih banyak peralatan elektronik, begitu pula pelaku usaha yang memerlukan kapasitas lebih besar untuk mendukung aktivitasnya. Melalui Energi Berdikari, kami hadirkan solusi yang memudahkan penyesuaian tersebut,” ujar Diksi di Palembang, Selasa (28/10/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, momentum peringatan HLN ke-81 dimaknai PLN sebagai komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Hari Listrik Nasional menjadi pengingat bagi kami bahwa pelayanan kelistrikan bukan sekadar menghadirkan energi, melainkan memastikan setiap pelanggan memperoleh akses layanan yang mudah, jelas, dan tepat sasaran. Diskon tambah daya ini adalah wujud nyata kehadiran kami di tengah masyarakat pada momentum istimewa ini,” tambahnya.
Program Energi Berdikari terbuka bagi seluruh pelanggan tegangan rendah satu fasa pada seluruh golongan tarif, dengan daya awal berkisar antara 450 VA hingga 5.500 VA yang berkeinginan menambah daya maksimal hingga 7.700 VA.
Syarat utamanya, pelanggan telah terdaftar sebelum 1 Oktober 2026 serta telah melunasi seluruh tagihan dan kewajiban yang tertunggak.
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID S2JB, Hery Kurniawan Indarto, menegaskan bahwa seluruh alur program dirancang sederhana dan dapat diakses melalui PLN Mobile.
“Pelanggan cukup melakukan minimal satu kali transaksi pembelian token atau pembayaran tagihan melalui PLN Mobile selama periode berlangsung. Setelah transaksi berhasil, e-voucher Energi Berdikari dapat langsung diklaim dan digunakan saat mengajukan tambah daya di aplikasi yang sama,” jelas Hery.
Sebagai gambaran, pelanggan dengan daya awal 1.300 VA yang menambah daya menjadi 2.200 VA cukup membayar biaya penyambungan sebesar Rp421.650, turun dari biaya normal Rp843.300.







