Untuk memacu semangat dan kepedulian terhadap kebersihan, Pemkab OKI juga menggelar kompetisi kebersihan antar kantor dan desa.

“Kami mengadakan kompetisi gotong royong desa, serta penilaian kantor terbersih dan terkotor. Yang bersih akan kami apresiasi, sementara yang kurang bersih akan dievaluasi dan diberikan pembinaan. Ini adalah cara kami membangun budaya bersih yang berkelanjutan,” jelas Muchendi.
World Cleanup Day 2025 di OKI juga diramaikan dengan partisipasi aktif dari berbagai komunitas, sekolah, organisasi masyarakat, dan warga dari berbagai kecamatan.
Aksi bersih-bersih dilakukan serentak di sejumlah titik strategis, termasuk pasar, fasilitas umum, lingkungan sungai, dan kawasan pemukiman padat.
Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.

#OKIBersih #WorldCleanupDay
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa bersih itu adalah budaya. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk setiap hari. Karena lingkungan yang bersih adalah cerminan dari kehidupan yang sehat, tertib, dan beradab,” pungkas Bupati Muchendi, menutup rangkaian kegiatan dengan harapan akan terwujudnya OKI yang bersih, sehat, dan beradab. (*/Red)







