“Ini bukan sekadar lomba desain. Karya terbaik berpotensi menjadi identitas visual Kabupaten OKI, digunakan dalam berbagai acara resmi, dan menjadi kebanggaan bersama,” tambah Ike, istri Bupati OKI, H. Muchendi.
Pendaftaran dan pengiriman karya dilakukan secara daring dan luring. Ketentuan lomba dapat diakses melalui kode QR pada media promosi resmi. Dewan juri yang terdiri dari praktisi batik, akademisi, dan budayawan akan menilai orisinalitas dan kedalaman cerita setiap karya.
Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dekranasda berharap sayembara ini meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian budaya.
Lebih jauh, sayembara ini menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif dan kontekstual.
OKI mengajak seluruh insan kreatif di Sumatera Selatan dan Indonesia untuk berpartisipasi, mengabadikan kisah daerah dalam helai batik yang bermakna dan abadi. (*/Red)







