Kerja sama ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kehadiran BPS bersama OPD terkait adalah wujud kerja sama untuk mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Saya harap OPD terkait dapat mendukung penuh kegiatan Desa Cinta Statistik ini,” ujar Asmar.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten OKI, Muhammad Dedy, memaparkan bahwa program Desa Cantik merupakan inisiatif bersama untuk meningkatkan kualitas pembangunan melalui pengelolaan data yang akurat, mutakhir, dan transparan.
Program ini telah berjalan sejak tahun 2022 dan terus mengalami perluasan cakupan serta lokus pelaksanaannya.
“Program Desa Cinta Statistik merupakan inisiatif bersama untuk meningkatkan kualitas desa melalui pengelolaan data statistik yang akurat dan transparan,” jelas Dedy.
Secara rinci, pelaksanaan program dimulai pada tahun 2022 di empat desa percontohan. Kemudian diperluas pada tahun 2024 dan 2025 di beberapa titik berbeda.
Menyusul kesuksesan tersebut, tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa karena fokus pembinaan dialihkan ke wilayah perkotaan, tepatnya pada tiga kelurahan di Kecamatan Kayuagung.
Ketiga lokus tersebut meliputi Kelurahan Cinta Raja, Kelurahan Tanjung Rancing, dan Kelurahan Perigi. Melalui perluasan ini, Pemerintah Kabupaten OKI dan BPS berharap tercipta ekosistem data yang kokoh, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpijak pada data riil, mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (*/Heri)








