“Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan WFH ini. Tujuannya agar manfaatnya semakin maksimal, baik dalam peningkatan kinerja ASN, efisiensi keuangan daerah, maupun kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintahan,” tegasnya.
Dari sisi lingkungan, penurunan konsumsi energi di lingkungan perkantoran pemerintah juga merupakan langkah nyata dalam mendukung upaya pelestarian energi serta penurunan emisi karbon.
Langkah ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengajak seluruh elemen untuk menggunakan sumber daya secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Pengamat administrasi publik menilai, inovasi efisiensi energi yang diterapkan Pemkab Musi Banyuasin dapat menjadi teladan bagi instansi pemerintahan lainnya maupun masyarakat luas.
Kebiasaan memanfaatkan teknologi digital dan menghemat penggunaan energi sederhana ternyata mampu memberikan dampak besar bagi kesehatan keuangan negara sekaligus kelestarian lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui kebijakan yang terukur, terarah, dan berorientasi pada manfaat luas, pemerintah daerah bertekad mewujudkan pengelolaan keuangan yang semakin efektif, efisien, transparan, dan memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. (*/Desi)







