Palembang, Radar Keadilan – Pemerintah Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan melaksanakan Tes Kesamaptaan Jasmani dan Beladiri Polri sebagai tahapan krusial dalam seleksi Program Pendidikan S-2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Reguler Angkatan ke-16 serta Program S-2 STIK Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan ke-1 Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Stadion Kompleks Paakri Palembang dirancang untuk menjaring personel Polri yang memiliki kesiapan fisik optimal dan kemampuan dasar yang memenuhi standar sebelum mengikuti pendidikan pascasarjana kepolisian.
Seleksi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si. sebagai Ketua Panitia, dengan melibatkan tim kepanitian lintas fungsi, tim kesehatan, serta pengawas internal untuk memastikan proses berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai standar nasional.
Sebanyak 13 personel Polda Sumsel mendaftar dan mengikuti tahapan tes kesamaptaan jasmani serta beladiri. Dari jumlah tersebut, 12 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), sementara satu peserta dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tahap uji kesamaptaan jasmani.
Pelaksanaan uji kesamaptaan jasmani dikoordinasikan oleh Direktur Kesamaptaan (Dirsamapta) Polda Sumsel Kombes Pol M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si. sebagai Koordinator Uji Kesamaptaan Jasmani (UKJ).
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat (Kabagwatpers) Bagian SDM AKBP Roni Syahendra, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin tim pelaksanaan tes kesamaptaan, dan uji beladiri Polri dikoordinasikan oleh Iptu Benny Mandagie A., S.H.











