“Polri hadir bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi untuk memastikan setiap warga merasa aman dan nyaman menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Kebebasan beragama adalah hak yang dilindungi negara, dan kami berkomitmen menjaganya bersama-sama,” ujar Kapolres OKI.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga komunikasi, mempererat silaturahmi, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memicu perpecahan. Persatuan, kata dia, adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Program Polisi Minggu Kasih dirancang sebagai jembatan komunikasi yang humanis antara kepolisian dan masyarakat. Melalui pendekatan ini, aparat keamanan berkesempatan mendengar langsung aspirasi, harapan, maupun kekhawatiran warga, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kondusivitas daerah.
Kegiatan diakhiri dengan dialog hangat antara Kapolres, jemaat, dan pengurus gereja. Kehadiran Polri di tengah masyarakat lintas agama membuktikan bahwa keamanan yang sesungguhnya bukan sekadar ketiadaan gangguan, melainkan terciptanya ruang damai di mana setiap warga dapat beribadah, berkarya, dan hidup berdampingan dengan rasa saling menghormati. (*/HS)
Sumber: HMS Polres OKI









