“Suami perlu memahami bahwa istri membutuhkan koneksi emosional sebelum mencari solusi, sementara istri perlu menghargai ruang yang dibutuhkan suami untuk memproses masalah. Saling memahami inilah yang menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga,” tambahnya.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama pembangunan masyarakat dan daerah. Keluarga yang harmonis akan melahirkan generasi yang sehat secara mental, emosional, dan spiritual.
“Pemerintah daerah meyakini bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur. Keluarga yang kuat dan harmonis adalah kunci utama untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas,” ucapnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai momentum refleksi dan evaluasi kehidupan berkeluarga.
“Mari kita manfaatkan akhir tahun ini untuk mengevaluasi diri, memperbaiki komunikasi dalam keluarga, serta memperkuat peran suami, istri, dan orang tua dalam mendidik anak,” pungkasnya.
Selain itu, Pemkab OKI juga menyerahkan Baznas Award sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penguatan peran zakat dan kegiatan sosial keagamaan di Kabupaten OKI.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan – sebuah tujuan yang sejalan dengan harapan awal acara untuk menciptakan masyarakat sejahtera secara menyeluruh melalui penguatan unit terkecil dalam bangsa. (*/Red)







