“Keberagaman ini mencerminkan karakter masyarakat Muba secara menyeluruh. Kami yakin, dengan latar belakang yang berbeda-beda, para finalis akan mampu membawa perspektif yang kaya dan mewakili Muba secara inklusif,” jelas Busriyanto.
Kuyung dan Kupek Muba 2024, Ridho dan Regyna, turut memberikan motivasi kepada para finalis baru.
“Perjalanan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan proses belajar, berkontribusi, dan memberi dampak bagi daerah. Tetap rendah hati, mau belajar, dan pegang nilai-nilai luhur Muba,” pesan mereka.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Muba dan Ikatan Kuyung Kupek Muba (IKKM), ajang pemilihan tahun ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inspiratif, kritis, visioner, dan siap berkontribusi dalam mengembangkan potensi daerah, termasuk pariwisata dan sektor kreatif.
Masa karantina pada Desember akan menjadi persiapan terakhir sebelum malam Grand Final Penobatan Kuyung–Kupek Muba 2025 yang akan digelar pada 11 Desember 2025. Siapakah yang akan menjadi penerus tahta?
Nantikan kabar selanjutnya! (*/Desi/ADV)







