Siapakah Penerus Tahta? 30 Finalis Kuyung Kupek Muba 2025 Masuki Karantina Intensif Menuju Grand Final!

Pembekalan Komprehensif untuk Lahirkan Duta Daerah Berwawasan Luas dan Berdedikasi Tinggi

Spread the love
         
 
  
                 
   

Musi Banyuasin, Radar Keadilan – Panggung pemilihan Kuyung Kupek Musi Banyuasin (Muba) 2025 semakin memanas!

Sebanyak 15 pasang finalis, yang terdiri dari pemuda-pemudi terbaik dari berbagai penjuru Muba, telah resmi diperkenalkan dan siap memasuki masa karantina wajib pada bulan Desember.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Tahap krusial ini akan menjadi ajang penggemblengan intensif bagi para finalis, sebelum mereka memperebutkan gelar bergengsi di malam grand final yang dinanti-nantikan.

“Masa karantina ini adalah kesempatan emas bagi para finalis untuk mengembangkan potensi diri dan memperdalam pemahaman tentang Musi Banyuasin. Kami berharap, melalui pembekalan yang komprehensif, mereka akan menjadi duta daerah yang mampu membawa nama baik Muba di berbagai forum,” ujar Busriyanto, SE, M.Si, Kabid Pariwisata Dispopar Muba, mewakili Kepala Dispopar Muba Dr. M. Fariz, SSTP., MM, (18/11/2025).

Selama masa karantina, para finalis akan mendapatkan serangkaian pelatihan terstruktur yang dirancang untuk membentuk figur duta daerah yang berwawasan luas, berkarakter kuat, dan mampu berperan sebagai representasi Musi Banyuasin dalam berbagai agenda resmi maupun publik.

Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi:

  • Pengetahuan umum dan isu-isu aktual
  • Pengenalan pariwisata, potensi unggulan, dan destinasi Muba
  • Seni dan budaya lokal
  • Wastra Nusantara
  • Etika kepribadian dan keprotokolan
  • Public speaking dan literasi media

Keberagaman latar belakang para finalis, yang berasal dari berbagai kecamatan seperti Tungkal Jaya, Babat Toman, Sungai Lilin, Sekayu, Sungai Keruh, hingga Babat Supat, serta mewakili berbagai instansi seperti RSUD Sekayu, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Inspektorat, Sekretariat DPRD, Bappeda, sekolah-sekolah, dan organisasi kepemudaan, dinilai sebagai kekuatan tersendiri.