Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan peran strategis SOT dalam transformasi institusi.
“SOT bukan sekadar aplikasi. Ini adalah sistem komando berbasis data yang memungkinkan pemantauan seluruh personel dan situasi secara langsung, memastikan setiap keputusan diambil secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan nilai transparansi dan akuntabilitas yang dibawa oleh sistem ini.
“Dengan SOT, setiap kegiatan tercatat dan setiap personel terpantau. Ini menjadi standar baru transparansi dan akuntabilitas Polri dalam pengamanan operasi,” ujarnya, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan Call Center 110 yang beroperasi 24 jam.

Implementasi SOT memberikan dampak nyata: respons petugas menjadi lebih cepat, penempatan personel lebih tepat sasaran, dan cakupan pengamanan lebih merata.
Selain itu, sistem ini mendorong peningkatan profesionalisme karena setiap tindakan, pergerakan, dan keputusan didasarkan pada data objektif.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas, mengikuti informasi resmi dari sumber terpercaya, serta melaporkan kondisi darurat atau gangguan ke nomor 110.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi pilar penting dalam menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan mudik.
Keberhasilan mencatat lebih dari 210 ribu kegiatan dalam satu minggu membuktikan Polri telah memasuki era digital policing berbasis data real-time.
Polda Sumatera Selatan tidak hanya mengamankan wilayahnya dengan standar tinggi, melainkan juga menghadirkan model inovatif yang menjadi landasan pengamanan nasional, memperkuat transparansi institusi, dan membangun kepercayaan publik yang lebih kokoh.

Transformasi digital ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari langkah Polri menuju institusi yang modern, presisi, dan terpercaya. (*/Andrian)




