“Jika terjadi keracunan masal akibat makanan yang disajikan, seharusnya seluruh siswa yang menyantapnya akan terdampak. Namun dalam kasus ini hanya sebagian yang mengalami keluhan,” terang Susmiyati.
Sekretaris Dinas Pendidikan OKI Ahmad Maliki, ST mengaku telah menerima laporan terkait insiden tersebut.
Ia meminta seluruh pihak penyelenggara program MBG untuk lebih berhati-hati dan senantiasa menjaga standar higienitas dapur serta kualitas menu yang disajikan agar kejadian serupa tidak terulang.
Terkait informasi yang menyebut dapur miliknya, Anggota DPRD Kabupaten OKI Budiman menampik tegas keterangan tersebut.
“Saya tidak memiliki dapur penyedia makanan program apa pun,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Budiman juga menyatakan belum mengetahui adanya insiden ini dan enggan memberikan tanggapan lebih lanjut dengan alasan kondisi kesehatan yang kurang baik.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Jauhari, A.Ma turut menyikapi kejadian ini dengan himbauan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program Makanan Bergizi Gratis.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya menghimbau secara keras kepada seluruh pihak yang menangani program ini untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, menanamkan niat pengabdian, dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil laboratorium untuk menetapkan penyebab pasti dan langkah selanjutnya yang akan diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*/SMSI OKI)








