Asap Pekat Kepung PALI, Kualitas Udara Terburuk Kelima Se-Indonesia — Warga Keluhkan Sesak Napas dan Terpaksa Hentikan Aktivitas

Asap Pekat Kepung PALI, Kualitas Udara Terburuk Kelima Se-Indonesia — Warga Keluhkan Sesak Napas dan Terpaksa Hentikan Aktivitas

Berita, KESEHATAN, PALI2522 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Irul, warga Kecamatan Talang Ubi yang memiliki riwayat asma, mengaku beberapa hari ini tidak dapat menyadap karet — satu-satunya sumber penghasilan keluarganya.

“Kalau menghirup udara yang berasap ini, dada terasa sesak dan napas terganggu. Kami tidak mau memaksakan diri ke ladang, daripada penyakit kambuh. Untuk kebutuhan makan sehari-hari kami penuhi seadanya, berharap kebakaran ini segera berakhir dan hujan segera turun,” ujarnya.

banner"300x250"title"300x250"

Petani lainnya, Mulyadi, menyampaikan hal serupa. Ia mengaku kadang tetap terpaksa pergi ke ladang meski mata perih dan napas terasa berat, karena kebutuhan hidup tidak bisa ditunda.

“Kadang kami tetap berangkat meski kondisi tubuh tidak nyaman, karena dapur harus tetap menyala. Meski begitu, kami tetap bersyukur masih ada kebun yang bisa diusahakan, karena banyak tetangga yang kebunnya telah terbakar habis dan kehilangan mata pencaharian sama sekali,” ungkap Mulyadi.

Merespons kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten PALI telah menerapkan kebijakan belajar jarak jauh secara daring bagi siswa tingkat SD dan SMP sederajat.

Sementara itu, Dinas Kesehatan belum memberikan keterangan resmi terkait langkah antisipasi kesehatan yang disiapkan.

Kondisi ini menegaskan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan kini bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Serepat Serasan. Semoga upaya penanggulangan segera membuahkan hasil dan udara bersih dapat kembali dirasakan warga PALI. (*/SMSI PALI) 

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"