Banyuasin, Radar Keadilan – Ketidakpuasan masyarakat Kabupaten Banyuasin terhadap buruknya pelayanan distribusi air bersih mencapai titik jenuh.

Berbagai wilayah kini dipenuhi spanduk bertuliskan “Bayar Terus Air Seret!” sebagai bentuk protes keras dan ekspresi kekecewaan mendalam terhadap kinerja PERUMDA Tirta Betuah dan pemerintah daerah.
Aksi penyebaran spanduk tersebut terpantau masif di kawasan Kenten, Sei Sedapat, Azhar, dan sekitarnya.
Warga menilai permasalahan kelangkaan air yang telah berlangsung belasan tahun ini tidak kunjung mendapatkan solusi konkret, sehingga memaksa mereka mengambil langkah tegas untuk menyuarakan hak dasar yang terabaikan.
“Sudah belasan tahun kami menghadapi kondisi seperti ini, tapi belum ada perubahan nyata. Air hanya mengalir beberapa kali dalam sebulan,” ungkap salah seorang warga berinisial F, Jumat (24/4).
Lebih jauh dijelaskan, meskipun debit air sangat minim dan tidak menentu, warga tetap diwajibkan membayar tagihan rutin berkisar Rp60.000 per bulan.








