“Jangan terburu-buru membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Terapkan prinsip cek dan pikir ulang sebelum mengunggah, karena setiap langkah di dunia maya memiliki dampak dan konsekuensi nyata di dunia nyata. Jadilah generasi yang cerdas, berpegang teguh pada nilai kejujuran, dan mampu menjadi pelopor kebaikan di ruang digital,” tambahnya.
Dalam sesi interaktif tersebut, para siswa dibekali pemahaman mendalam tentang pengelolaan jejak digital, norma bermedia sosial, perlindungan data pribadi, ragam ancaman keamanan siber, teknik memverifikasi kebenaran informasi, serta cara memanfaatkan internet sebagai sarana berprestasi, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri.
Antusiasme peserta tampak tinggi saat mendiskusikan cara mengamankan akun media sosial, mengenali tanda-tanda berita palsu, hingga membangun citra diri yang positif lewat karya dan perilaku yang patut dicontoh.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo OKI berharap kesadaran bermedia digital yang bertanggung jawab tumbuh subur di kalangan pelajar.
Pemahaman ini diharapkan menjadi bekal berharga agar generasi muda Kabupaten OKI senantiasa menjadi warga digital yang cerdas, beretika, dan mampu membangun ekosistem internet yang aman, damai, serta produktif demi kemajuan daerah dan bangsa. (*/Heri)












