Sektor pendidikan dan kesehatan juga mencatatkan kemajuan yang patut diapresiasi, tercermin dari peningkatan angka partisipasi sekolah serta peningkatan umur harapan hidup menjadi 74,47 tahun.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Realisasi APBD Tercapai di Atas 80 Persen
Dari sisi keuangan daerah, pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp 3,12 triliun terealisasi hingga Rp 2,68 triliun atau mencapai 86,02 persen. Belanja daerah yang direncanakan Rp 3,16 triliun terealisasi Rp 2,59 triliun atau 82,17 persen.
Struktur pendapatan masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencatatkan realisasi sekitar 60,31 persen.
Tantangan Kemandirian Fiskal Jadi Prioritas Perbaikan
Pemerintah daerah mengakui masih menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan kemandirian fiskal, terutama terkait tingginya ketergantungan pada dana transfer dari pusat.
Hal ini menjadi fokus utama untuk diperkuat melalui langkah-langkah strategis dan kolaboratif.
“Ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan memperkuat kemandirian keuangan daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi pembangunan daerah “Maju Bersama” menuju tahun 2029.
“Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis OKI mampu tumbuh lebih maju dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Hal ini mempertegas bahwa LKPJ 2025 menjadi tonggak penting dalam mengarahkan langkah pembangunan menuju masa depan yang lebih baik dan mandiri. (*/HS)









