M. Daffa Firzatullah Pimpin IBC MMA Sumsel Periode 2026–2030: Target Lahirkan Petarung Kelas Nasional dan Miliki Fasilitas Lengkap

M. Daffa Firzatullah Pimpin IBC MMA Sumsel Periode 2026–2030: Target Lahirkan Petarung Kelas Nasional dan Miliki Fasilitas Lengkap

Berita, OLAHRAGA, Palembang2717 Dilihat

Palembang, Radar Keadilan Babak baru pengembangan olahraga bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA) di Sumatera Selatan resmi dimulai. M. Daffa Firzatullah secara sah dan bulat terpilih menjadi Ketua Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBC MMA) Sumsel untuk masa bakti 2026–2030.

Penetapan ini dihasilkan melalui musyawarah mufakat yang berlangsung di kediaman dinas Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel pada Jumat (15/5), menandai langkah strategis pembenahan organisasi dan pembinaan atlet di daerah ini.

Mengawali amanah barunya, Daffa menegaskan arah kebijakan kepengurusan akan berfokus pada pembinaan atlet muda secara berkelanjutan, disertai upaya masif memperluas jangkauan dan popularitas olahraga MMA di tengah masyarakat luas.

Ia menekankan bahwa kehadiran organisasi ini harus memberikan dampak nyata bagi perkembangan bakat olahraga di Sumatera Selatan.

“Kami berkomitmen agar MMA semakin dikenal dan dicintai masyarakat Sumatera Selatan. Ke depan, kami akan menggelar berbagai ajang bertaraf nasional serta melibatkan para atlet untuk menjaring dan mengajak generasi muda bergabung bersama IBC MMA. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi,” ujar Daffa usai dikukuhkan.

Salah satu prioritas utama yang digariskan adalah penemuan bibit unggul petarung melalui serangkaian kejuaraan dan kompetisi rutin yang disusun secara terstruktur dan berjenjang.

Menurut Daffa, ajang pertandingan menjadi sarana seleksi dan pembuktian kemampuan paling efektif, guna mempersiapkan atlet agar mampu bersaing di kancah nasional.

“Kami ingin menggali potensi terbaik dari setiap daerah melalui kompetisi yang kami selenggarakan. Melalui ajang tingkat nasional yang akan kami gelar, kami berharap lahir petarung-petarung andalan asal Sumsel yang mampu bersaing di level tertinggi dan mengharumkan nama daerah,” jelasnya.

Momen kebersamaan seluruh peserta musyawarah usai resmi menetapkan M. Daffa Firzatullah sebagai Ketua IBC MMA Sumsel periode 2026–2030, di kediaman dinas Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Jumat (15/5/2026), menandai langkah baru pengembangan olahraga bela diri campuran di daerah ini. | Andrian, radarkeadilan.com

Dalam pelaksanaannya, Daffa memastikan seluruh kegiatan pertandingan akan berjalan tertib dan mengacu pada regulasi resmi yang berlaku.

Setiap atlet akan ditempatkan dalam kategori kelas yang jelas, mulai dari kelas ringan hingga kelas berat, yang ditentukan berdasarkan parameter berat badan dan klasifikasi teknis lainnya agar persaingan berlangsung adil dan aman.

“Segala hal telah diatur dalam aturan main dan kategori tersendiri. Setiap atlet akan disesuaikan kemampuan dan berat badannya agar tercipta pertandingan yang kompetitif namun tetap mengutamakan keselamatan,” tambahnya.

Tak sekadar membina bakat, Daffa memasang target besar menjadikan Sumatera Selatan sebagai pusat pencetak petarung MMA terbaik di Indonesia.

Ambisi ini didasari keyakinan akan potensi besar sumber daya manusia di daerah yang memiliki tradisi bela diri yang kuat.

“Cita-cita kami sederhana namun besar: ketika masyarakat Indonesia mendengar nama Sumatera Selatan, mereka langsung teringat pada petarung-petarung hebat dan tangguh. Kami ingin menjadikan Sumsel sebagai kiblat olahraga bela diri campuran di Tanah Air,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Sebagai wujud keseriusan dalam pembinaan, pihaknya juga menargetkan pemenuhan sarana dan prasarana latihan yang memadai.

Salah satu sasaran utama adalah memiliki arena pertandingan standar resmi atau oktagon sendiri, yang dapat digunakan untuk latihan rutin maupun penyelenggaraan kompetisi, dengan harapan mendapat dukungan dari sponsor dan berbagai pemangku kepentingan.

“Atlet muda berhak mendapatkan fasilitas terbaik untuk mengasah kemampuan. Salah satu target utama kami adalah memiliki fasilitas lengkap, termasuk oktagon sendiri. Kami berharap dukungan dari sponsor dan pihak terkait terus mengalir demi kemajuan olahraga ini,” ungkap Daffa.

Sementara itu, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, menyambut positif langkah pembenahan organisasi IBC MMA.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya menghidupkan kembali berbagai cabang olahraga bela diri campuran yang sempat kurang aktif, sebagai bagian dari strategi persiapan menghadapi agenda kejuaraan nasional.

Langkah ini, menurut Tubagus, merupakan langkah strategis dalam persiapan menyambut berbagai agenda olahraga tingkat nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang.

“Kami berupaya mengaktifkan kembali cabang-cabang olahraga bela diri campuran yang sebelumnya belum berjalan maksimal. Hal ini sejalan dengan upaya kami memperluas cakupan cabang olahraga yang dibina secara serius,” kata Tubagus.

Ia menambahkan, selain cabang bela diri tradisional dan populer seperti Taekwondo, Karate, dan Pencak Silat, saat ini MMA serta Muaythai mulai mendapatkan perhatian khusus dalam program pembinaan daerah.

Kedua cabang ini direncanakan akan diikutsertakan dalam ajang nasional yang akan digelar di Manado pada November mendatang, meskipun tantangan keterbatasan anggaran masih menjadi kendala yang harus dihadapi.

“Anggaran yang tersedia memang masih terbatas. Oleh karena itu, kami harus selektif dan teliti dalam melihat perkembangan serta hasil pembinaan atlet agar alokasi dana yang ada memberikan hasil prestasi yang maksimal,” jelasnya.

Lebih jauh, KONI Sumsel kini menyusun strategi pembinaan jangka panjang dalam rangka persiapan menuju PON di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Pola pembinaan kini lebih terarah, terukur, dan mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas, guna mencetak atlet yang benar-benar siap berjuang meraih kemenangan.

“Dulu mungkin kami mengirimkan atlet dalam jumlah besar, namun kini fokus kami lebih terpusat pada atlet yang memiliki potensi nyata dan dipersiapkan secara matang untuk meraih prestasi gemilang demi mengharumkan nama daerah,” pungkas Tubagus.

Dengan kepemimpinan baru dan dukungan penuh dari KONI Sumsel, langkah IBC MMA Sumsel ke depan diharapkan menjadi tonggak kebangkitan olahraga bela diri campuran.

Sinergi antara pembinaan bakat, pemenuhan fasilitas, dan penyelenggaraan event berkualitas menjadi kunci utama mewujudkan Sumatera Selatan sebagai salah satu kekuatan utama olahraga bela diri di Indonesia, membawa semangat juang dan prestasi yang terus berkumandang dari Palembang ke seluruh penjuru negeri(*/Andrian)