Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Baru-baru ini puluhan awak media yang bertugas di Bumi Bende Seguguk membuat selembaran surat petisi guna mendesak Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Ogan Komering Ilir (Plt Kadinkominfo OKI) Adi Yanto segera keluar dari Diskominfo OKI.
Adapun Attitude Statement yang ditandatangani oleh gabungan awak media online, cetak hingga televisi itu dikatakan salah satu anggota PWI OKI Muhammad Ludfi, telah dilayangkan ke Bupati OKI Muchendi Mahzareki melalui Bidang Humas Protokol, Rakhmad Perdana Iskandar.
“Petisi itu kita layangkan guna meminta Bupati OKI segera rekomendasi Adi Yanto keluar dari Diskominfo OKI,” ucap Ludfi sapaan akrab jurnalis muda yang berpengalaman ini saat dijumpai disela makan siangnya di Pondok Pindang Sangabut Kelurahan Perigi Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Senin (5/5/2025).
Berikut isi Petisi dimuat dikatanya berdasarkan keluhan awak media pada semjumlah dugaan termasuk ketidaktransparanan kebijakan Plt Kadiskominfo OKI dalam mengelola anggaran belanja media hingga tagihan order media yang kerap tersendat.
“Belum lagi pada setiap awal tahun, saat pengajuan kerjasama yang memberikan persyaratan yang begitu rumit, tidak tetap serta dinilai tidak komitmen pada kebijakan sendiri. Hal ini pun kerap memancing adu agrument antara awak media dengan Adi Yanto saat ingin melakukan kontrak kerjasama,” beber Ludfi.
Terpisah, Febri Saleh yang juga anggota organisasi PWI OKI turut menambahkan pada ketimpangan nilai kontrak yang berlebihan pun dikatakan febri juga mendaji unek-unek terpendam dari para jurnalis.
“Ya seperti distribusi dana publikasi yang dinilai tidak fleksibel, tidak adil atau cenderung berpihak pada media tertentu,”ujar febri.
Maka dari itu menurut febri, persoalan itulah yang memicu komplen, kecemburuan dan ketidakpuasan di kalangan insan pers terhadap Kominfo OKI hingga para Insan pers meminta Bupati OKI melalui petisi yang dimuat untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.











