Bupati juga berpesan agar para siswa senantiasa menjaga nama baik Kabupaten OKU selama menempuh pendidikan di daerah tetangga.
“Tunjukkan bahwa anak-anak OKU adalah pribadi yang ramah, jujur, santun, dan saling peduli. Kita sudah mengajukan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat 45 di OKU, agar kelak kalian bisa melanjutkan pendidikan di tanah kelahiran sendiri,” tambahnya.
Kepada para orang tua yang turut mengantar, Bupati meminta dukungan berkelanjutan lewat doa dan semangat agar anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial OKU Ir. Iwarman menjelaskan, dari 60 siswa yang berangkat, terdiri atas 31 siswa laki-laki dan 29 siswa perempuan, masing-masing didampingi satu orang tua.
“Kementerian Sosial RI menargetkan Kabupaten OKU mengirimkan 60 peserta, dan target ini berhasil kami penuhi melalui proses verifikasi dan pendataan yang teliti. Saat ini angkatan sebelumnya masih menempuh pendidikan di wilayah OKU, sedangkan angkatan baru ini sementara dititipkan di SR 08 Ogan Ilir hingga gedung permanen di OKU selesai dibangun,” jelasnya.
Lebih jauh, program ini tidak hanya menyentuh aspek pendidikan semata, melainkan juga pemberdayaan ekonomi keluarga siswa melalui bantuan modal usaha dan perbaikan rumah layak huni sebagai upaya terpadu mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah.
Dengan keberangkatan ini, pemerintah Kabupaten OKU berharap kesempatan emas ini menjadi titik balik perubahan nasib para peserta sekaligus bukti nyata sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa. (*/Untung)







