“Saya meminta Camat dan seluruh jajaran memantau dengan ketat. Jangan sampai setelah rumah diperbaiki, tingkat desil warga berubah dan mereka kehilangan hak menerima bantuan—seperti Program Keluarga Harapan dan lainnya,” tegasnya.
Bupati berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi pengembang terus diperkuat agar semakin banyak warga memiliki hunian yang sehat dan layak, tanpa mengorbankan jaring pengaman sosial yang sudah berjalan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman OKU, Ir. H. Muzaim Aliansyah, S.T., M.Si., IPM, melaporkan bahwa hingga saat ini sembilan unit rumah telah selesai atau sedang diperbaiki melalui dukungan tanggung jawab sosial.
Rinciannya mencakup dua unit dari REI, satu unit dari APERSI, satu unit dari BPR, serta lima unit dari Bank Sumsel Babel. Jumlah ini meningkat dibandingkan tujuh unit pada tahun sebelumnya.
Ketua REI OKU, Ketut Sumarta Yasa, menyatakan komitmen ini telah berjalan dua tahun berturut-turut, dengan penambahan jumlah penerima manfaat dibandingkan tahun lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi jajaran pimpinan daerah menyerahkan pula paket kebutuhan pokok dan alat bantu jalan bagi warga penerima manfaat serta masyarakat sekitar.
Hadir dalam kegiatan ini Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., Asisten II Setda OKU H. Hasan H.D., S.Sos., M.S.E., serta kepala perangkat daerah, pimpinan instansi, dan tokoh masyarakat lainnya.
Peningkatan kualitas hunian dan pemeliharaan perlindungan sosial berjalan beriringan. Kesejahteraan rakyat menjadi tujuan tunggal yang dijunjung tinggi, sehingga setiap kemajuan yang diraih benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (*/Untung)









