Selain itu, desa ini juga memiliki batik asli yang sudah terdaftar pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan motif Sekar Puspa Kawruh Jati, yang merupakan representasi dari keris dan kopi sebagai ikon unggulan desa.
Prof. Supiyat Nasir mengapresiasi kemajuan pesat Desa Banyuanyar serta kesiapan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat.
Ia optimistis bahwa desa yang terdiri dari 7 dukuh ini akan menjadi lokasi yang ideal untuk menyukseskan kegiatan besar Munas SWI pada Mei 2026 mendatang.
“Kunjungan ini adalah langkah penting dalam memastikan kelancaran persiapan acara. Kami berharap Munas SWI 2026 dapat memberikan dampak besar bagi gerakan peduli lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional,” kata Prof. Supiyat Nasir.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari masyarakat, Desa Banyuanyar siap menjadi tuan rumah yang sukses untuk Munas SWI 2026, membawa semangat peduli lingkungan ke seluruh penjuru negeri. (**)
(RILIS: 020/HUM-DPP/SWI/XII/2025 | Tanggal Rilis: 12/12/2025 | Waktu: 23.30 WIB)





