Distribusi ini diarahkan ke titik-titik rawan penularan untuk menekan populasi nyamuk dewasa serta memutus siklus pertumbuhan jentik.
Selain penanganan teknis, pemerintah desa dan kecamatan digerakkan untuk mengajak warga membersihkan lingkungan secara berkala.
Masyarakat didorong melaksanakan gerakan 3M Plus — Menguras dan menyikat tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, Mendaur ulang barang bekas — serta langkah tambahan seperti menggunakan kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, dan memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.
Sosialisasi juga diperluas melalui media sosial resmi Dinkes PALI guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tanda-tanda bahaya DBD yang memerlukan penanganan medis segera.
Pemantauan ketat terhadap perkembangan kasus dilakukan melalui sistem surveilans kesehatan terpadu. Data yang dikumpulkan secara rutin digunakan untuk memetakan kawasan berisiko tinggi dan mengevaluasi efektivitas penanganan.
Dengan strategi yang terukur dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan penularan DBD dapat ditekan secara signifikan, mewujudkan masyarakat PALI yang lebih sehat dan tangguh. (*/Nanda)









