Ditambahkan Alex, “semeskinya sang pemilik rumah makan harus bersikap bijak sebab kalau memang menganggap kawan-kawan wartawan ini menjadikan usaha mereka merugi. akibat adanya ulah tersebut, kenapa tidak segera melaporkan ke pimpinan redaksi media mereka masing-masing, apalagi mereka telah mengisi buku tamu sebagai bukti bahwa mereka juga jelas menuliskan nama lengkap, asal media, bahkan tanda tangan dan nomor handphone yang bisa di hubungi jika sang oknum wartawan atau oknum LSM tersebut membuat pengusaha merugi, tidak usah di umbar ke media massa, itu artinya ibarat kita bersedekah bukan karena lillahitaala, akan tetapi ada jiwa ketidak ikhlasan dari apa yang telah di berikan sang pemilik kepada kawan-kawan, baik wartawan maupun LSM yang menerima budi kebaikan dari pemilik rumah makan tahu Sumedang ini,” Ucapnya.
Menanggapi pemberitaan yang beredar di video viral tentang adanya kejadian di rumah makan tahu Sumedang Prabumulih Sumatera Selatan, kaperwil media Brata post cabang Sumsel Karman ikut angkat bicara akan berita yang menurut beliau sangat membuat semua insan pewarta yang benar-benar profesional dalam menjalankan tugas kejurnalistikannya, pasti akan sangat marah bahkan terpukul.
“Kejadian yang ada di Prabumulih ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita semua selaku insan pewarta, apalagi ini menyangkut profesi semua wartawan yang ada di bumi Sriwijaya ini,” Ucap Karman.
Alex pandawalima selaku ketua DPW SWI Sumsel, meminta agar kiranya pihak rumah makan tahu Sumedang dapat memberikan konfirmasi terkait pemberitaan yang menyudutkan profesi kami selaku wartawan, dan saya berharap supaya pemilik rumah makan tahu Sumedang yang beralamat di jalan Trunojoyo Prabumulih ini untuk segera mengklarifikasi hal tersebut, agar tidak terjadi kesalah pahaman dan demi kebaikan kita semua,” Pungkasnya. (Red)







