M Amin juga menjelaskan tujuan dari workshop ini, yaitu untuk membekali peserta dengan kemampuan dalam pembuatan konten yang berkualitas, teknik editing, dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Melalui workshop ini, kami ingin agar para pemuda mampu menjadi kreator konten yang berkontribusi untuk Kabupaten OKI, bahkan menjadikannya sebagai pekerjaan atau usaha,” katanya.
Dalam sesi materi, Rendy Aditiya atau “Rondoot” yang dikenal sebagai salah satu konten kreator terkenal di Palembang, berbagi pengalaman dan tips kepada para peserta. Rondoot mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya.
“Hari ini kalian difasilitasi oleh pemerintah, manfaatkan ini sebaik mungkin. Sangat jarang kabupaten atau kota di Sumsel yang menyediakan fasilitas untuk pemuda, khususnya konten kreator, untuk dibekali ilmu perkontenan,” katanya.
.
Menurut Rondoot, konsistensi adalah kunci dalam dunia konten kreator.

“Tetap konsisten, buatlah karya sesuai dengan hobi. Karena hobi, jika dikerjakan dengan cinta, akan menghasilkan karya yang luar biasa,” ujarnya.
Rondoot juga mengingatkan pentingnya untuk belajar dulu mencintai pekerjaan, sehingga rasa senang akan muncul dengan sendirinya.
Sementara itu, selaku salah satu narasumber juga, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Adi Yanto, S.Pd., M.Si menjelaskan salah satu cara mencegah judi online, peserta harus menjauhi iklan mencurigakan dan situs perjudian online.
“Hati-hati dengan promosi judi yang menjebak, jangan asal klik tautan atau konten yang berkedok game, seperti slot, poker hingga togel,” jelasnya.
Adi juga menyampaikan, hindari terpancing instal aplikasi judi di handphone, jangan ambil pinjaman demi judi online dan hindari bersosialisasi dengan teman yang bawa pengaruh berjudi.
“Dampak buruk berjudi online tidak main-main. Kerugian finansial, terganggunya kesehatan mental, rentan pencurian data pribadi, menyusutnya produktivitas karena banyak waktu terbuang, terabaikannya kebutuhan primer keluarga, terlilit utang, rusaknya hubungan baik dengan orang sekitar, memicu tindakan kriminal dan kecanduan hingga meningkatkan risiko bunuh diri,” jelas Adi. (Lisin/Ril)
Sumber : Diskominfo OKI










