Gerakan Rutilahu Sumsel 2026: Wujud Nyata Gotong Royong dan Solusi Atasi Backlog Perumahan

Gerakan Rutilahu Sumsel 2026: Wujud Nyata Gotong Royong dan Solusi Atasi Backlog Perumahan

banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Palembang, Radar Keadilan – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi menggerakkan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Tahun 2026 sebagai langkah strategis dan nyata dalam upaya menekan angka backlog perumahan serta memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Peluncuran program ini dilaksanakan di Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, pada Selasa (5/5/2026).

banner"300x250"title"300x250"

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti komitmen daerah dalam mendukung target nasional pembangunan tiga juta rumah.

“Yang membuatnya luar biasa adalah keterlibatan semua pihak. Kita tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menghadirkan senyum bagi saudara-saudara kita,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.

Peluncuran Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemprov Sumatera Selatan Tahun 2026 di Kelurahan 11 Ulu, Palembang, Selasa (5/5). Gubernur Herman Deru menegaskan program ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata gotong royong dan kepedulian sosial untuk mewujudkan hunian layak serta menekan angka kemiskinan. #RutilahuSumsel2026 #HermanDeru #PemprovSumsel

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan para donatur.

Ia mencontohkan kesuksesan serupa pada tahun 2012 yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pada saat itu, sebanyak 300 unit rumah berhasil diperbaiki dengan dana awal Rp1,5 miliar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun Negara, berkat prinsip transparansi dan partisipasi aktif warga.

“Karena transparan, kepercayaan tumbuh dan gotong royong bergerak,” tegasnya.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"