Musi Banyuasin, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menghadirkan peluang luar biasa bagi masyarakat yang ingin mengembangkan karier di bidang jurnalistik, komunikasi publik, dan kehumasan.
Melalui Program Keluarga Maju 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba secara resmi membuka pendaftaran pelatihan profesional bersertifikat — sepenuhnya tanpa biaya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Disnakertrans Muba, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sumatera Selatan, serta Sekolah Jurnalis Indonesia (SJI) PWI Sumatera Selatan.
Dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut keterampilan komunikasi di era informasi, pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi praktis dan diakui secara resmi.
Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet, S.H., menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
“Program Keluarga Maju 2026 ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia Muba yang unggul, kompeten, dan siap kerja. Keterampilan jurnalistik dan kehumasan semakin dibutuhkan seiring perkembangan era informasi, baik di instansi pemerintahan maupun dunia korporasi. Pelatihan bersertifikasi ini merupakan kesempatan berharga bagi anak-anak muda kita untuk menguasai kemampuan yang sangat dibutuhkan di era modern saat ini,” ujar Bupati Toha.
Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, A.P., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang melalui sinergi lintas sektor guna melahirkan tenaga profesional yang memiliki kemampuan komunikasi berstandar tinggi.
Kurikulum dan pembimbingan diberikan langsung oleh praktisi yang berkompeten di bidangnya, menjamin kualitas materi yang relevan dan terkini.
“Program ini merupakan langkah strategis yang kami wujudkan melalui kerja sama nyata antara BKPSDM Provinsi Sumatera Selatan, Sekolah Jurnalis Indonesia (SJI) PWI Sumsel, serta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Melalui kolaborasi ini, para peserta akan mendapatkan kurikulum dan bimbingan langsung dari para praktisi yang berkompeten di bidangnya,” jelas Herryandi.









