Harapan Terwujud, PLN dan Pemkab OKI Benahi Kelistrikan Air Sugihan Agar Lebih Stabil dan Andal

Harapan Terwujud, PLN dan Pemkab OKI Benahi Kelistrikan Air Sugihan Agar Lebih Stabil dan Andal

Berita, INFRASTRUKTUR, OKI2627 Dilihat

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Harapan masyarakat Kecamatan Air Sugihan untuk menikmati pasokan listrik yang stabil dan berkualitas akhirnya mulai terwujud.

Setelah bertahun-tahun menghadapi kendala tegangan rendah dan pemadaman yang kerap merusak peralatan elektronik, upaya pembenahan sistem kelistrikan mulai dilaksanakan secara terpadu oleh PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Langkah nyata pertama dilakukan pada Sabtu, 13 Juni 2026, dengan pemasangan trafo tapping khusus berkapasitas 100 kVA di wilayah tersebut.

Pekerjaan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat jaringan kelistrikan di kawasan perairan yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan akibat kondisi geografis dan panjangnya jaringan distribusi.

Perbaikan menyeluruh diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi rumah tangga, tetapi juga menjadi pendukung utama program penyediaan air bersih yang sedang disiapkan oleh pemerintah daerah.

Ketua Forum Kepala Desa Air Sugihan, M. Fadly, menyampaikan bahwa kendala kelistrikan telah dirasakan masyarakat dalam waktu yang cukup lama dan menimbulkan kerugian nyata.

“Masalah tegangan rendah dan pemadaman berulang sudah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi ini sangat merugikan warga karena banyak perangkat elektronik yang rusak. Kehadiran pasokan yang andal kini menjadi kebutuhan mendasar, terlebih seiring rencana pembangunan instalasi air bersih yang membutuhkan aliran listrik stabil untuk menggerakkan pompa dan sistem distribusi,” ungkapnya.

Petugas kelistrikan bekerja cekatan dan berhati-hati memasang serta menata peralatan trafo pada tiang, demi menghadirkan pasokan listrik yang lebih stabil dan andal bagi masyarakat. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Palembang, Arif Azanny, menjelaskan tantangan utama berakar pada panjang jaringan distribusi dari Gardu Induk Mariana yang mencapai sekitar 300 kilometer.

Akibat jarak tersebut, tegangan yang seharusnya berstandar 20 kilovolt turun drastis menjadi hanya sekitar 9 hingga 10 kV saat tiba di wilayah tujuan.

Untuk mengatasi hal itu, PLN menyusun tujuh langkah strategis pemulihan.

Pertama, perbaikan titik sambung jaringan tegangan menengah guna menaikkan tegangan hingga sekitar 11,06 kV.

Kedua, pemasangan 22 unit trafo tapping khusus guna menaikkan tegangan sisi sekunder hingga mencapai 205 volt, yang telah dimulai di Desa Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.

Langkah selanjutnya meliputi peningkatan kapasitas jaringan dari Muara Padang hingga Simpang Heran, pemecahan beban, penambahan penyulang sepanjang 21,7 kilometer sirkuit, serta peninjauan kemungkinan pemanfaatan kelebihan pasokan dari PT OKI Pulp.

Sebagai solusi jangka panjang, PLN juga mengusulkan pembangunan Gardu Induk baru di Air Sugihan.

“Seluruh pembenahan dilakukan secara bertahap agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin andal, mendukung aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi wilayah,” tegas Arif.

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi, menegaskan bahwa kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang penyediaan layanan dasar hingga ke wilayah paling jauh sekalipun.

“Dengan komitmen yang kuat, hambatan geografis dapat diatasi untuk menghadirkan listrik yang lebih baik bagi seluruh warga. Pasokan yang andal bukan sekadar untuk penerangan, melainkan pondasi peningkatan kualitas hidup dan penggerak kemajuan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan PLN diharapkan membawa dampak nyata. Dengan kelistrikan yang stabil, berbagai program pembangunan—termasuk penyediaan air bersih—dapat berjalan lebih optimal.

Bagi ribuan warga Air Sugihan, pembenahan ini menjadi awal babak baru harapan, di mana akses terhadap pelayanan dasar semakin terjamin dan peluang kemajuan ekonomi di kawasan perairan Kabupaten OKI semakin terbuka luas(*/Heri)