PALI, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional Survei Seismik 3D Peony.
Kegiatan yang digagas SKK Migas dan PT Pertamina EP melalui PT BGP Indonesia ini disosialisasikan secara langsung kepada masyarakat di Balai Dusun II Sungai Limpah, Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Program ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya nasional memperkuat ketahanan energi, khususnya sektor minyak dan gas bumi, melalui penelusuran potensi cadangan migas baru yang akan menjadi fondasi pasokan energi masa depan.
Sosialisasi dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten PALI Haryono, S.H. selaku wakil Bupati PALI, didampingi Danramil 404-03 Pendopo, Kapolsek Talang Ubi, perwakilan Kementerian Pertahanan RI, jajaran pemerintah kecamatan, Kepala Desa Sungai Ibul beserta staf, serta ratusan warga pemilik lahan yang berada di jalur survei.
Dalam sambutannya, Haryono menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah menyukseskan proyek yang dinilai sebagai langkah penting mengembalikan nama PALI sebagai daerah penghasil energi terkemuka.
“Pemerintah Kabupaten PALI memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan Seismik 3D Peony oleh PT BGP Indonesia. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik balik untuk mengulang kejayaan PALI yang dulunya dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil migas terbesar di Asia Tenggara,” ujar Haryono.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjamin kelancaran proyek, karena dampak positifnya akan dirasakan bersama mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah hingga percepatan pembangunan.
“Mari kita dukung langkah ini sebagai wujud partisipasi menjaga ketahanan energi negara. Ke depannya, hasil eksplorasi ini diharapkan mampu menambah PAD dan mendorong kemajuan Kabupaten PALI secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Humas PT BGP Indonesia Pasti Barus menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan survei pendahuluan bersama pemerintah desa sebelum menyosialisasikan rencana teknis kepada warga.









