Amanat tersebut mengajak segenap elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun karakter yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, serta berempati dalam kemanusiaan.
Ditekankan dalam amanat, rasa cinta tanah air tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata, melainkan harus dibuktikan dengan tindakan nyata dan pengabdian yang tulus.
Sementara itu, kegigihan berarti tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan zaman, dan sikap berempati mengajarkan kita untuk tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga kesejahteraan sesama.
“Patriotik berarti mencintai Indonesia bukan sekadar dengan kata-kata, melainkan melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak mudah menyerah, dan berempati berarti tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri,” demikian amanat tersebut disampaikan.
Bupati berharap momentum peringatan ke-98 Sumpah Pemuda ini semakin memperkokoh semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya kalangan muda di Kabupaten OKU.
Upacara yang penuh kehangatan dan kebersamaan ini turut dihadiri oleh Danramil 403-07/Simpang Martapura Kapten Inf. Airul, Wakapolres OKU Kompol Ramadhani Kurniawan, S.I.Kom., M.H., Kasi PAPBB Lidya Rotua Simanjuntak, S.H., M.H., serta para tamu undangan lainnya.
Semangat yang tak luntur diguyur hujan pagi ini menjadi bukti bahwa persatuan dan cinta tanah air jauh lebih kuat daripada sekadar cuaca — karena ketika hati bersatu, tak ada yang mampu mendinginkan api kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. (*/Untung)









